Kamis, 12 September 2013

PELUANG USAHA TERNAK KUCING

Hai pembaca
Para peternak di Indonesia…, kali ini kami akan membahas mengenai peternakan kucing di Indonesia
Kucing
Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kunodari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.
Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucingtrah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.
Sifat dan Karakteristik
Kucing tidak tahan terhadap kabut, hujan, dan salju, meskipun ada beberapa jenis seperti Norwegian Forest Cat dan Maine Coon yang mampu bertahan; dan berusaha mempertahankan suhu tubuh normalnya, yaitu 39°C, dalam keadaan basah. Kebanyakan kucing tidak suka berendam dalam air, kecuali jenis Turkish Van.
Masa kehamilan atau gestasi pada kucing berkisar 63 hari. Anak kucing terlahir buta dan tuli. Mata mereka baru terbuka pada usia 8-10 hari. Anak kucing akan disapih oleh induknya pada usia 6-7 minggu dan kematangan seksual dicapai pada umur 10-15 bulan. Kucing dapat mengandung 4 janin sekaligus karena rahimnya memiliki bentuk yang khusus dengan 4 bagian yang berbeda.
Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kilogram dan jarang melebihi 10 kg. Bila diberi makan berlebihan, kucing dapat mencapai berat badan 23 kg. Tapi kondisi ini amat tidak sehat bagi kucing dan harus dihindari. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, kucing tertua diketahui berusia 36 tahun. Kucing peliharaan yang tidak diperbolehkan keluar rumah dan disterilkan dapat hidup lebih lama (mengurangi risiko perkelahian dan kecelakaan). Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.
Kucing Anggora
Sebenarnya sejarah kucing anggora tidak bisa dilepaskan dari kucing persia. Dari yang penulis tahu dulu kucing persia juga disebut kucing anggora.  Hal ini terjadi beratus-ratus tahun yang lalu. Waktu itu kebanyakan orang menyebut kucing berbulu panjang dengan sebutan anggora. Dan kebayakan kucing tersebut terdapat di kota anggora (Kota di Turki) dan persia(Turki bagian timur). Sekarang anggora menjadi Ankara,ibu kota turki dan persia berubah menjadi negara iran.
Waktu itu katanya nggak ada perbedaan signifikan antara kucing anggora dan kucing persia. Jadi kucing yang dulu berasal dari persia (asal usul kucing persia) disebut kucing anggora.
Tapi persamaan itu akhirnya berakhir, ketika banyak orang eropa banyak berdagang di timur tengah. Dan membeli atau mendapatkan hadiah dari penjual kucing anggora. Kemudian kucing yang disebut anggora itu dibawa ke eropa.
Dan kemudian cat show di inggris membuat kucing berbulu panjang ini menjadi populer. Kemudian sifat genetik kucing anggora dan kucing persia dibedakan dan masing-masing menjadi jenis murni.
Sedangkan kucing anggora memiliki ciri seperti berikut :
  1. Ukuran badan sedang
  2. Badan panjang dan langsing
  3. Kaki dan ekor panjang
  4. Hudung mancung
  5. Telinga besar
  6. Seluruh kepala berbentuk segitiga
  7. Ekor berbulu tebal dan mengembang
  8. gaya anggun lemah gemulai (kayak penari aja)
  9. dll
Kucing Persia
Kucing Persia merupakan kucing yang sangat cantik dan indah dengan bentuk tubuh yang besar, padat, kepala besar dan bulat, ditutupi lapisan bulu yang tebal. Kita tentu akan langsung bisa mengenali dan membedakan dengannya dengan jenis angora karena bulunya yang lebat. Kucing jenis ini mudah beradaptasi dengan berbagai macam tempat, suka bermain dan mudah untuk disayangi. Ekspresi wajah yang manis dengan sifat tenang bisa duduk dan tidur disatu tempat selama berjam-jam, tidak berisik serta bersuara lembut.
Kucing Hias Jenis Lain
1. Manx
Sebagian orang menyebutnya Rumpy. Ekornya pendek, Warna bulunya cokelat dan lavender. Sifatnya setia, ramah dan pintar.
2. Maine Coon
Asalnya dari Maine, AS, keturunan Angora dan American Shorthair. Sifatnya lucu, pemalu tapi mau, dan mudah akrab. Bulunya tipis, lembut, dan warnanya beragamMaine Coon adalah Ras Kucing terbesar. panjangnya dapat mencapai 1,5 meter.
3. British Shorthair
Dikembangkan di Inggris. Kucing ini kalem, lembut, hangat, dan pintar. Warna bulunya ada yang polos (putih,hitam,biru,merah dan krem), dwiwarna, hitam pekat, belang.
4. Burmese (Burma)
Kucing ini dibiakkan oleh Dr. Thompson (AS) dari kucing ratu wong mau (Burma) dan siam. Warna cokelat musang, warna lainnya biru, champagne, lifa, merah, cokelat, dan biru kura-kura. sifatnya periang dan lucu.
5. Chinchilla longhair
Inilah kucing persia paling anggun. Nenek moyangnya dari Inggris. Ras ini dibagi dalam dua macam, yaitu chinchilla warna cerah (sejati) dan yang agak gelap (perak gradasi).Kucing memiliki banyak warna dan macam pola. Ciri fisik ini tidak bergantung pada rasnya. Kucing rumahan
6. oriental (bukan ras khusus, semua kucing yang bertubuh langsing, mata berbentuk almond, daun telinga lebar, dan rambut tubuh halus yang pendek)
Gen yang mengatur warna dan pola pada bulu kucing menentukan penampilan fisik dari kucing yang membedakan mereka ke dalam:
7. Telon atau calico
dasar putih dengan bercak warna hitam atau oranye (atau biru atau krem). Orang Jepang sering menyebut pola ini sebagai mi-ke. Karena gen pengendali warna bulu terletak pada kromosom kelamin (bertaut kelamin), kucing telon yang beraneka warna ini umumnya betina.
8. Tortoiseshell
hitam dengan warna oranye dan putih tersebar di seluruh tubuhnya. Kucing yang memiliki warna hitam, oranye terang, dan oranye gelap disebut sebagai Calimanco atau Clouded Tiger.
9. Tabby
bergaris dengan bermacam pola. Pola klasik pada kucing ini berbentuk bulatan-bulatan atau lingkaran. Tabby jenis mackerel mempunyai tiga garis yang tampak di samping tubuhnya, membuat kucing ini seperti ikan mackerel.
10. Maltese nama lama dari kucing biru (abu-abu).
11. Bicolor (dua warna)
disebut juga Tuxedo cat atau Jellicle cat karena memiliki bulu berwarna hitam dengan sedikit warna putih pada bagian kaki, perut, dada, dan mungkin pula di bagian wajah.
Cara Memelihara
Kucing anggora hampir sama dengan kucing lainnya sehingga memiliki karakteristik sebagai berikut :
Kucing peliharaan yang tinggal di dalam rumah harus diberi kotak kotoran yang berisi pasir atau bahan khusus yang dijual di toko hewan peliharaan.
Perlu juga disediakan tempat khusus bagi kucing untuk mencakar. Hal ini penting karena kucing memerlukan kegiatan mencakar ini untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap tajam dan terjaga kesehatannya. Tidak adanya tempat khusus ini akan menyebabkan kucing banyak merusak perabotan.
Sering kali kucing menunjukkan perilaku memilih makanan. Hal ini dikarenakan mereka memiliki organ pembau khusus di langit-langit mulutnya yang disebut sebagai organ vomeronasal atau organ Jacobson. Ketika organ ini terstimulasi oleh suatu jenis makanan tertentu, kucing akan menolak makanan selain makanan itu.
Selain itu berikut tips untuk merawat kucing hias anda:
1. Persiapkan Kandang dan perlengkapan yang layak agar Anak Kucing bisa hidup Sehat,Nyaman dan Sejahtera.2.Belilah Kucing Anggora di pusat penjualan kucing angora karena kucing angora bersertifikat.
3.Dengan anda membeli kucing bersertifikat dari tempat penJual Anak Kucing & Kucing Persia Murah (LO) maka anda dipastikan akan mendapatkan Kucing dengan silsilah yang baik dan dapat dipercaya.4.Pastikan bahwa kucing yang akan anda beli/adopsi dari penJual Kucing Persia & Jual Kucing sehat bebas dari berbagai macam penyakit.5.Kucing sehat jika dipegang ekornya, meski sedang tidur, langsung bangun dan waspada. Ini karena, meski kucing menghabiskan 2/3 waktunya untuk tidur, tapi ia hewan yang selalu waspada.6.Kucing sehat berbulu lebat, semua jenis kucing dapat anda temukan di Kucing Murah. Bila berbulu jarang, apalagi ditambah borok di beberapa bagian kulitnya, keadaan itu menunjukkan bahwa kucing itu menderita sakit kulit.7.Anak Kucing sehat tak berkutu. Kucing yang berkutu menunjukkan bahwa kemungkinan besar menderita penyakit cacingan.8.Kotoran kucing sehat padat. Sedangkan kucing sakit, kotorannya encer atau cair.
Peternakan Kucing
Peternakan kucing harus memulai usahanya dalam beberapa program dan tujuan apakah untuk pembibitan, pembeesaran atau hanya sekedar hobby. Mengingat prioritas dari pemeliharaannya akan berbeda-beda.Hal-hal yang bisa kita siapkkan dimulai dari persiapan
1. Bibit bersertifikat
Ini sangat penting untuk mendapatkan kualitas galur terbaik murni, dan saat tumbuh kembang nanti bisa optimal baik bulu, postur dan wajah dari si kucing bisa mencapai yang terbaik.
2. Kandang
Kandang usahakan yang sehat memenuhi standard ruang gerak dan sesuai dengan kebutuhan ruangan yang ada. Ventilasi sirkulasi kebersihan dan sinar matahari juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang kucing hias.
3. Biaya pakan dan perawatan tergantung jenis kucing, semakin berbulu jenis kucing maka budget biaya pakan. Makanan kucing hias pada umumnya adalah konsentrat yang bisa di beli di pet shop dan merupakan ramuan berbagai macam makanan. Namun kita bisa membuat diet sehat/ konsentrat tersendiri untuk meminimalisir budget/ selingan konsentrat biasa.
Kita bisa mulai dengan mebuat adonan dari tepung ikan, daging, sayur sedikit dan biji/ tepung. Olah semuanya hingga halus membentuk adonan, buat dalam bentuk pasta kering yang berbentuk kecil-kecil. Pakan kucing hias juga harus dibuat bervariasi dengan ikan yg 1/3 matang dll untuk memperbarui pola makan
4. Vitamin dan vaksin untuk menjaga kesehatan selain itu perlu perawatan dengan pemendekan kuku dan keramas untuk bulu kucing hias yg lebat.
Peluang Usaha
Dikatakan bahwa pasar penggemar kucing Persia yang sangat besar di Indonesia, Anak kucing Persia dijual mulai  Rp1.5-4 juta. usia  3-4 bulan. Dengan harga jual sebesar itu bisa ditebak, pasarnya adalah kalangan menengah ke atas,  namun juga masih terjangkau untuk menengah ke bawah
Selain kucing persia, anggora ada pula Berapa harga yang dipatok oleh para penjual kucing Maine Coon . Selain harganya cukup fantastis peluang usahanya juga cukup besar untuk anakan kucing betina seharga Rp8 juta, sementara anakan kucing jantan seharga Rp10 juta.
Kucing jantan Maine Coon dihargai lebih mahal karena pada usia dua tahun panjang badannya rata-rata mencapai satu meter, dari kepala hingga ekor.
Sementara yang betina rata-rata mencapai 80 centimeter. Bandingkan dengan kucing domestik (kucing kampung) yang rata-rata panjang badannya cuma 40-50 centimeter, sementara ras Persia antara 50-60 cm.
Sementara harga per ekor, usia, berat dan kontes juga mempengaruhi harga dari seekor kucing.Mungkin ini salah satu alternatif terbaik: beternak kucing ras jenis Maine Coon.yang sekarang harganya bisa belasan juta.
Potensi Pengembangan
Potensi pengembangan peternakan kucing kedepannya cukup menjanjikan baik untuk kontes dan disewakan dan di komunitas pecinta kucing.
Pengembangan usaha peternakan kucing juga bukan hanya dari pembibitan namun bisa meluas pada segi asecoris kandang, pakan, mainan kucing, kostum kucing dan hiasan kucing.
Kendala dan Tantangan
Kendala yang sering dihadapi selain  masalah pemasaran adalah sertifikasi dari kucing2 yang diternakkan di indonesia. Hal ini bisa disiasati dengan melakukan pemilihan produk ternak dari galur murni dan bekerja sama dengan dinas peternakan untuk mendapatkan sertifikasinya.
Strategi dan Perencanaan 
Strategi yang perlu diambil oleh peternak baru yaitu dengan :
1. Bergabung dengan komunitas pecinta kucing hias
2. Memulai marketing online dan jemput bola
3. Tidak terfokus pada main bisnis (ternak kucing) namun dengan mengembangkan penunjangnya seperti salon kucing, tempat penitipan hewan dll
4. Menciptakan event baik lomba/ kontes hewan

Sumber : http://peternakanindonesia.wordpress.com

TANDA - TANDA KUCING SEHAT



Kucing yang sehat memiliki ciri-ciri tersendiri yang bisa Anda cek sendiri pada kucing kesayangan Anda. Berikut diantaranya:

1. Mata kucing bersih, tanpa kotoran di dalamnya, tanpa bercak, tidak iritasi, tidak   mengeluarkan nanah atau lendir.

2. Telinga kucing mampu mendengar dengan baik tanpa gangguan. Telinga bagian dalam, berwarna merah muda dan tidak boleh terlihat ada discharge keluar dari lubang telinga. Kesehatan telinga kucing juga dapat dilihat dari semakin seringnya kucing menggelengkan kepala. Jika sering menggelengkan berarti ada yang tidak beres dengan telinga kucing.

3. Telinga kucing bersih dan kucing tidak sering menggaruknya.

4. Bulu kucing lembut, tampak mengkilat dan tidak rontok.

5. Gigi kucing bersih tidak terlihat kotoran seperti vlek dan gusi berwarna pink bersih.

6. Kulit tampak licin dan tanpa luka atau parasit.

7. Anus bersih dan tidak terlihat ada kotoran yang menempel.

8. Bentuk kotoran padat dan tidak mencret.

9. Pencernaan bagus dan tidak kembung.

10. Cakar kuat mencengkeram dan tidak rusak dengan kuku yang kuat dan tidak mudah patah.

11. Napas kucing terdengar jernih dan tidak mendengkur dan batuk.


Sumber : http://petcareday.blogspot.com

TANDA - TANDA KUCING SAKIT

Jika Anda senantiasa memperhatikan penampilan atau rupa dan perilaku kucing Anda, Anda seharusnya dapat pula mendeteksi masalah kesehatan yang dialami kucing Anda sebelum penyakitnya bertambah parah, atau Anda mungkin saja dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan yang serius.
Perhatikanlah setiap perubahan perilaku atau selera makan kucing Anda, suhu tubuh yang tinggi, dehidrasi, maupun tubuh kucing Anda yang menggigil. Apabila kucing Anda berubah menjadi pendiam dan kurang lincah, makan lebih sedikit dari jumlah yang biasa, atau secara umum tampak kurang sehat, hal ini dapat mengindikasikan bahwa kucing Anda sedang kurang sehat atau sakit dan sebaiknya Anda membawanya ke dokter hewan untuk diperiksakan kesehatannya.
Perhatikan selalu kebiasaan normal kucing Anda dan juga penampilannya, sehingga Anda akan waspada atau siaga terhadap setiap perubahan yang terjadi – namun ingat bahwa Anda tidak boleh panik. Jika kucing Anda bersin-bersin, hal ini tidak selalu berarti bahwa kucing Anda terkena flu kucing-terutama sekali apabila kucing Anda sudah disuntik. Adapun dalam kasus seperti ini, bersin-bersin itu lebih disebabkan oleh adanya iritasi yang ditimbulkan oleh debu, misalnya.
Di bawah ini adalah daftar beberapa gejala umum yang harus Anda perhatikan. Jika Anda berpikir bahwa kucing Anda sedang sakit, sebaiknya bawalah kucing Anda ke dokter hewan atau hilangkanlah ketegangan Anda jika setelah memeriksakan kesehatannya diketahui bahwa penyakit yang diderita kucing Anda tidak separah yang Anda takutkan.
TelingaMenggaruk cakar-cakarnya, menggeleng-gelengkan kepala, kehilangan keseimbangan, atau terjadi pembengkakan, merupakan indikasi adanya gangguan atau masalah kesehatan.
Mata
Posisi mata kelihatan menurun, membengkak, menunjukkan adanya iritasi, timbulnya radang, atau timbulnya selaput di atas salah satu mata atau kedua-keduanya, merupakan indikasi adanya gangguan atau masalah kesehatan.
Hidung
Perhatikan dan waspadailah setiap bentuk bersin, bunyi sengauan, tubuh yang tampak lesu pada kucing Anda, maupun segala bentuk perubahan pada rupa hidung kucing Anda, misalnya hidung kucing yang berubah menjadi merah (memerah).
Bulu dan kulit
Periksakan kucing Anda apabila terjadi pembengkakan, mengaruk-garuk cakar atau kuku-kukunya, maupun gejala-gejala perubahan lainnya yang terjadi pada kondisi kulit atau bulu kucing Anda.
Lengan dan otot
Perhatikan dan waspadailah setiap ketimpangan, gerak tubuh yang tidak biasa, maupun postur tubuh yang abnormal dari kucing Anda.
Mulut dan gigi
Perhatikan dan waspadailah air liur yang berlebihan pada kucing Anda, radang, pembengkakan, maupun luka-luka yang tampak jelas lainnya.
Sistem pernafasan
Perhatikan dan waspadailah pernafasan yang tampak tidak wajar, gejala batuk maupun bersin-bersin pada kucing Anda.
eye_simbaPerut dan usus
Gejala muntah-muntah, diare, sembelit atau konstipasi, yang tidak lain merupakan penanda penyakit yang terjadi pada wilayah perut atau abdomen, warna kotoran atau tinja yang abnormal, terdapatnya darah pada muntah atau kotoran kucing Anda, merupakan indikasi terjadinya gangguan atau masalah kesehatan pada kucing Anda.
Saluran urine
Perhatikan dan waspadailah gejala buang air kecil yang berlebihan pada kucing Anda, rasa haus yang abnormal, darah pada urinenya, terhambatnya air seni, rasa sakit, maupun ketidakmampuan untuk buang air kecil, merupakan indikasi terjadinya gangguan atau masalah kesehatan pada kucing Anda.
Alat kelamin
Terhambat atau kurang berfungsinya alat kelamin, terjadinya iritasi, pembersihan yang berlebihan pada area genital, maupun buang air kecil yang terlalu sering, merupakan indikasi terjadinya gangguan atau masalah kesehatan pada kucing Anda.
(sumber: mypetstop)

MENJAGA KESEHATAN KUCING

Kesehatan adalah segalanya, baik bagi manusia maupun hewan, termasuk kucing. Ketika sakit, apapun tidak dapat dilakukan. Akibatnya, semua aktivitas terhambat. Makan pun jadi tidak sberelera saat sakit.Hal ini terjadi juga pada kucing. Ketika kucing sakit, aktivitas menurun, tidak nafsu makan, tidak agresif, dan tidak menyenangkan. Oleh karenanya, kesehatan adalah hal yang utama. Menjaga kesehatan sebenarnya mudah jika benar – benar memelihara dan menjaga sanitasi, baik kandang maupun area sekitar dengan rutin.
  • MENJAGA SANITASI KANDANG
Kandang kucing sama sepert irumah bagi manusia. Jika kebersihan tidak dijaga, penyakit pun akan mudah datang dan menyerang. Membersihkan kandang sangatlah penting demi keselamatan kucing dan pemilik. Sanitasi kandang harus dijaga dengan baik agar terhindar virus virus yang mematikan bagi kucing. Meskipun virus tersebut tidak sepenuhnya berbahaya bagi manusia tetapi sebaiknya menghindari segala kemungkinan yang terjadi. Berikut hal yang dapat dilakukan untuk menjaga sanitasi kandang.
1. Pindahkan kucing saat proses pembersihan sanitasi berlangsung
2. Periksalah lantai maupun dinding kandang pastikan semuanya bebas dari kotoran yang menempel
3. Siapkan air bersih, kain, dan bahan pembersih yang mengandung desinfektan untuk disemprotkan.
4. Mulailah menyemprotkan seluruh bagian kandang dengan zat pembersih dan desinfektan.
5. Gosok dinding dan lantai dengan bahan yang telahtersedia. Jika ada kotoran yang membandel segeralah menggosoknya sampai hilang.
6. Cuci tempat makan dan tempat minum kucing.
7. Periksalah kandang setiap kali memberi makan dan minum. Jangan biarkan ada kotoran menempel terlalu lama dalam kandang.
8. Cuci dan bersihkan litter tray secara berkala. Karena litter tray merupakan tempat bersarangnya bakteri dan virus. Rendamlah litter tray selama 30 menit dengan desinfektan.

  • MEMBERIKAN VAKSINASI
Seperti halnya manusia kucing juga harus diberikan vaksinasi untuk mencegah virus virus tertentu yang dapat mematikan bagi kucing.
A. Tentang vaksinasi
vaksinas imerupakan suntikan yang diberikan kepada kucing untuk mendeaktivasikan virus bahkan membunuh virus. Vaksin berperan penting dalam imun kucing.Vaksin akan merangsang terbentuknya antibody yang bermanfaat untuk melindungi kucing daripenyakit tujuannya agar kucing tidak terkenainfeksi. Vaksin efektif dalam menekan masuknya sejumlah penyakit, terutama virus. Jangan tunda lagi untuk segera melengkapi kucing kesayangan anda dengan vaksin.
B. Macam – macam vaksinasi :
  • live-virus
Merupakan patogen yang dimodifikasi untuk mencegah vaksin yang menyebabkan penyakit. Live – virus bermanfaat untuk mencegah herpes virus atau calici virus yang letaknya dibagian mata dan hidung.
  • Non – infectious (killed virus)
Penggunaannya kadang lebih aman dibandingkan vaksin live – virus. Selainitu, responimun yang dihasilkan oleh vaksin ini lebih rendah dan jangka waktunya cukup singkat. Vaksin ini diperlukan hanya sebagai sebuah substansi yang dapat membantu meningkatkan respon imun.
C. Penerapan vaksinasi
Ada 3 alasan pemberian vaksin penting yaitu sebagai berikut :
- Sebagai konsekuensi dari akibat penyakit (misalnya FPV).
- Penyakit sering menyerang dan menular (misalnya FHV-1 dan FCV).
- Infeksinya dapat berakibat buruk pada manusia (misalnya rabies).
PenyskitKeharusanvaksinketersediaan
FHV-1
FCV
FPV
Harus ada, apapun kondisi kesehatan.KV, MLV, IN
RabiesWajib, tergantung negaranya.KV, recombinant
Chamydophilia,
bordetella,
FIP
FeLV
FIV
Tidak harus, diperlukan tergantung individunya.MLV, KV
IN
IN
KV recombinant
KV


Sumber : http://elvirafebriasan.byethost7.com

KUCING MELAHIRKAN


Ketika sampai pada akhir periode kebuntingan (kehamilan) pada kucing, kita harus segera mempersiapkan segala sesuatunya menjelang kelahiran.
Kucing yang akan melahirkan biasanya menunjukkan tanda-tanda (gejala) :
  • Yang paling mudah dikenali adalah Berisik
  • Menggaruk-garuk alas atau tempat pembuangan kotoran.
  • Mencari tempat tersembunyi untuk melahirkan anaknya sekaligus agar anak-anaknya aman dari kucing lain.
  • Nafsu makannya berkurang.

Jika kucing kita yang sedang hamil sudah menunjukkan gejala seperti itu, sebaiknya kita harus meningkatkan pengawasan terhadap kucing tersebut. Cara yang paling mudah adalah dengan memasukkan kucing tersebut ke dalam kandang sehingga pengawasan dan penanganannya lebih mudah dan cepat.


Persiapan sebelum partus (melahirkan) antara lain :




Sediakan kandang/tempat yang nyaman dan hangat.
Sebuah kotak kardus yang besar diisi dengan handuk atau alas serta serpihan koran sudah cukup memadai. Tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi. Pastikan tempat ini telah tersedia minimal 1-2 minggu sebelum waktunya melahirkan. Tempatkan kucing tersebut pada kandang itu minimal 7-12 hari sebelum melahirkan. Supaya kucing terbiasa sampai dia melahirkan.

Gunakan litter yang tidak mudah menggumpal.
Kadang-kadang kucing melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menenpel di tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.

Jauhkan dari kucing-kucing lain.
Jika anda memiliki banyak kucing, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama. Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.

Siapkan persediaan makanan yang cukup.
Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.

Cek dokter hewan terdekat.
Siapkan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat. Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.


Proses Persalinan Kucing dan Pertolongannya



Tentunya anda menginginkan proses melahirkan pada kucing kesayangannya berjalan lancar. beberapa tips di bawah ini mungkin bisa membantu menangani kucing yang akan melahirkan agar anda tidak panik dan juga dapat meringankan proses induk kucing dalam melahirkan anak-anaknya secara normal.





Persiapan Proses Kelahiran

  • Setelah memasuki usia kehamilan antara 65 - 70 hari (masa melahirkan), anda harus selalu memperhatikan kondisinya, karena sewaktu-waktu kucing akan melahirkan.
  • Siapkan peralatan berikut ini.
    - Gunting
    - Benang
    - Baskom
    - Kapas
    - Beberapa Lap Kering yang lembut (sediakan cukup banyak)
    - Alcohol 70%

Proses Kelahiran


Tahap Pertama

  • Saat kucing sudah benar-benar akan lahir atau disebut juga masa kritis, akan ditandai dengan kegelisahan induk kucing yang semakin meningkat.
  • Induk akan mengeong dan berjalan berputar-putar terus, sediakan tempat seperti kardus atau nampan yang lebar dan dialasi kain kering.
Tahap Kedua
  • Selanjutnya air ketuban akan pecah, membasahi bagian belakang (ekor paha belakang dan sekitarnya).
  • Bila sudah seperti itu, umumnya tidak lama kemudian akan lahir anak kucing satu persatu.
  • Jika setelah 1-2 jam pecahnya ketuban dan anak kucing tidak lahir-lahir sebaiknya kucing sesegera mungkin dibawa ke dokter hewan untuk dibantu proses persalinannya, agar secepatnya dapat diambil tindakan medis jika kucing perlu penanganan tenaga profesional.
Tahap Ketiga
  • Pada kelahiran anak pertama biarkan dan perhatikan kucing, apakah mau membersihkan selaput yang menyelimuti anaknya (biasanya induk yang pintar dan baik akan memakan plasenta dan menjilati selaput tersebut dan merawat anaknya satu-persatu).
  • Namun jika tidak secepatnya ambil tindakan untuk membersihkan selaput dengan kain kering lembut hingga benar-benar kering dengan cara digosok-gosok. Jangan ragu melakukan hal ini hingga benar-benar kering, maksud dari menggosok adalah merangsang anak kucing.
  • Serta pastikan hidung kucing tidak tersumbat oleh lendir, dengan cara disedot menggunakan pipet untuk dapat bernafas sendiri.
  • Dan kemudian memotong plasenta dengan gunting yang sudah direndam alkcohol sebelumnya (agar steril), lalu tali pusatnya ikat dengan benang sekitar 1 cm dari perut anak kucing tersebut.
  • Selanjutnya letakkan bayi kucing tersebut pada nampan/kardus di samping induknya, bila perlu beri lampu diatasnya agar hangat.
  • Lakukan hal yang sama pada anak kucing yang lainnya.
  • Biasanya anak/bayi2 kucing tersebut berurutan kelahirannya setiap beberapa menit, namun bisa juga lebih lama dari itu, dikarenakan induknya tidak melakukan tugasnya dengan benar, atau bisa juga karena kelelahan atau hal-hal lainnya.
Tahap Keempat
  • Setelah semua bayinya lahir, bersihkan sisa-sisa bekas melahirkan tersebut sampai bersih dengan menggunakan pembersih lantai yang mengandung anti bakteri.
  • Umumnya induk kucing akan beristirahat sejenak sambil membersihkan tubuhnya, kemudian dia akan memberikan susu pertama yang mengandung colostrum pada anak-anaknya.
Tahap Kelima
  • Letakan tempat makan dan minum di dekatnya agar sang induk tidak berlama-lama meninggalkan anaknya bila ingin minum ataupun makan, sehingga induknya merasa aman dan nyaman dalam melindungi anak-anaknya.
Masa Kritis Bayi dan Induk Kucing Saat Melahirkan dan Setelah Melahirkan


Masa persalinan adalah masa yang paling kritis bagi induk kucing dan anak-anaknya. Demikian juga masa setelah proses persalinan tersebut. Oleh karenanya, kita harus benar-benar faham dan siap untuk secepatnya membantu atau pun minta bantuan dokter hewan, jika ada kelainan dalam proses persalinan kucing kita. Sehingga proses persalinannya bisa berjalan lancar dan induk kucing serta anaknya bisa terselamatkan.


Dua proses kelahiran yang perlu bantuan dokter hewan adalah proses kelahiran cesar dan kelahiran sunsang.

Kelahiran Cesar.

  • Persalinan yang memerlukan bantuan dokter hewan dan dilakukan melalui operasi cesar biasanya terjadi, jika induk baru pertama kali melahirkan dalam usia yang masih terlalu muda (sebaiknya induk betina berumur diatas 1.5 tahun).
  • Hal ini terjadi karena organ seksual dan fisik belum berkembang sempurna, ataupun karena sebab-sebab lainnya.
  • Tindakan cesar akan diambil oleh dokter hewan, jika setelah pecahnya ketuban sampai dengan 2-3 jam anak kucing tidak bisa lahir, walaupun sudah diberi suntikan pemacu.
  • Tindakan Cesar diambil dengan mengutamakan keselamatan Induk Kucing, karena umunya peluang hidup anak-anaknya menjadi sangat rendah. Seandainya pun hidup, juga akan memiliki fisik yang sangat lemah.
Kelahiran Sungsang.
  • Persalinan kelahiran sunsang juga perlu bantuan dokter hewan.
  • Tanda-tanda kelahiran sungsang adalah setelah pecah ketuban anak kucing lahir kaki terlebih dulu.
  • Umumnya anak kucing tersebut tidak dapat keluar, karena kepalanya terjepit di saluran rahim induknya.
  • Ini juga biasa terjadi pada kelahiran pertama dari induk kucing yang terlalu muda.
  • Oleh karena itu harus dilakukan penarikan oleh dokter hewan, agar anak tersebut bisa keluar serta untuk tindakan lain yang diperlukan.
  • Tindakan yang memebutuhkan dokter hewan ini diambil untuk membantu induk agar bisa melahirkan dengan proses alami. Juga yang tidak kalah pentingnya, agar kelahiran berikutnya bisa mudah.
  • Umumnya anak yang lahir pertama tersebut tingkat hidupnya rendah sekali atau bahkan sudah mati.
  • Namun anak kedua dan seterusnya bisa terselamatkan dan tingkat kesehatan serta hidupnya cukup tinggi, juga normal secara fisik.
Sumber : http://elvirafebriasan.byethost7.com

MENGAWINKAN KUCING

Persiapan Perkawinan

Kucing persia betina memasuki dewasa pada unur 10-14 bulan. Saat itu kondisi reproduksinya sudah matang serta siap fisik dan mental untuk segera dibiakkan. Sebagai calon induk, kucing betina telah kuat secara mental dan fisik untuk mengalami dan melewati masa kehamilan, melahirkanm, menyusui, sekaligus mengasuh anak.Kedewasaan kucing persia pejantan hampir sama dengan betina. Pejantan dianggap matang apabila umurnya lebih dari 1 tahun. Terkdang pejantan telah menunjukkan tanda-tanda mau kawin pada usia 8 bulan. Hal ini tidak menjadi masalah karena kucing jantan bisa melakukan kawin semu atau perkawinan yang tidak disertai pembuahan.Ini hanya sebagai pembelajaran bagi pejantan sehingga ketika dewasa, kucing ini telah mahir untuk mengawini pasangannya.



Proses Perkawinan
Waktu yang tepat bagi kucing birahi belum bisa ditentukan dengan pasti.Hal ini karena masa birahi kucing betina tidak disertai oleh pendarahan layaknya pada anjing betina.Hanya saja kalau diamati secara seksama maka alat kelaminnya tampak bengkak. Meskipun demikian, “aroma” yang dikeluarkannya mampu merangsang kucing-kucing jantan :)
Pembiak kucing hanya mengetahui tanda-tanda birahi kucing betina dari perilakunya.Kucing ini biasanya tampak lebih “genit” dengan menggeliatkan tubuhnya.Frekuensi untuk menjilati tubuhnya meningkat, terutama membersihkan alat kelamin. Perilaku lain, kucing ini menyodorkan tubuh bagian belakang ketika dipegang atau dibelai. Cobalah untuk memegang atau sekedar mencolek bagian tubuh belakang, terutama disekitar alat kelaminnya.Kalau ekornya melipat ke samping kanan atau kiri dan disertai gerakan kedua kaki belakang berjalan di tempat, itu pertanda kucing betina siap dikawinkan.

Tahapan Proses Perkawinan, Sebagai Berikut:

  • Kucing pejantan mencium-cium alat kelamin betina
  • Setelah itu, pejantan mulai “mendekap” tubuh betina dari bagian belakang sambil     menggigit leher atasnya. Pada saat itulah terjadi penetrasi, yaitu bagian pen*s “membengkak” sehingga keduanya sulit dilepaskan.
  • Proses perkawinan berlangsung sekitar 5-15 menit. Setelah itu, pen*s mengendur sehingga mudah dilepaskan.Perkawinan dikatakan berhasil bila sperma membuahi sel telur.Pada betina yang pertama kali dikawinkan biasanya ditandai dengan “jeritan” keras.
  • Begitu selesai kawin, kucing betina dan pejantan membersihkan tubuh, juga menjilati alat kelaminnya.

Menurut pengalaman, kucing betina dapat melangsungkan perkawinan hingga sebulan.Namun, yang efektif hanya 7 hari sejak pertama kali kawin.Hal ini berdampak pada kelahiran kelak. Bila terlalu jauh jaraknya aaka kelahiran anak pertama pun akan lama dengan anak berikutnya. Lebih efektif bila kucing betina melangsungkan perkawinan selama 3 hari sehingga jarak kelahiran anaknya lebih dekat. Idealnya, seekor induk membutuhkan waktu 1-2 jam untuk persalinan.


“menempatkan pasangan kucing yang akan dikawinkan dalam 1 kandang merupakan salah satu cara untuk mempercepat proses perkawinan”


Proses perkawinan kucing persia susah-susah gampang. Terkadang mereka langsung akur dan suka satu sama lain sehingga proses perjodohan dan perkawinan berjalan dengan lancar. Repotnya, bila kucing betina menolak dan tidak mau mendekati pasangannya.Bahkan sampai disertai perkelahian antar kucing.Bila hal itu terjadi, maka segera dipisahkan dan masing-masing ditempatkan di kandang tersendiri.

“tanda-tanda kucing betina birahi yaitu tampak genit dengan cara menggeliatkan tubuhnya”

Dalam sehari, seekor pejantan bisa mengawini hingga 5 kali dengan pasangannya.Perkawinan ini bisa berlangsung hingga 7 hari.Setelah terjadi perkawinan, kucing betina dimasukkan ke kandang.Bila memungkinkan dimandikan terlebih dahulu agar bulunya bersih.Ciptakan suasana tenang agar kucing merasa nyaman.Berikan pakan kitten karena mengandung protein tinggi, (34-36) %.Pastikan kondisinya tetap sehat selama masa kehamilan, antara 59-70 hari.

Sumber : http://elvirafebriasan.byethost7.com

GROOMING KUCING

Agar kucing merasa bahagia, sehat, dan tentu saja bersih maka setidaknya Anda perlu melakukan grooming yang teratur. Berikut diberikan cara bagaimana kita bisa melakukan perawatan kucing sendiri dirumah. 
Sebelum melakukan groming persiapkan peralatan terlebih dahulu.

Menyikat & Menyisir Rambut
Kucing menghabiskan 10% waktunya untuk membersihkan bulu mereka sendiri dengan cara menjilat sendiri bulu mereka, akan tetapi hal ini tidak cukup untuk membersihkan diri mereka secara bersih. Sikat dan sisirlah bulu kucing yang dimiliki secara teratur.

Gunakan sikat yang memang digunakan khusus untuk kucing, jangan gunakan sikat atau sisir biasa sebab hal ini adalah pekerjaan yang sia-sia.
Memandikan Kucing
Kucing dimandikan jika bulu-bulunya sudah terlihat kotor jika hal ini beum terjadi maka tidaklah perlu untuk memandikan kucing. Umumnya kucing tidak suka dengan air sehingga bisa membuat kucing menjadi trauma. Persiapkan segala sesuatu sebelum memandikan kucing seperti shampoo, handuk, hair dryer, dan kapas. Gunakan kapAs yang dibentuk bola untuk melindungi agar telinga kucing tidak kemasukan air.

Membersihkan Telinga
Membersihkan telinga kucing adalah bagian dari grooming yang juga penting. Gunakan kapas namun jangan sampai kebagian yang paling dalam yang tidak bisa Anda lihat sebab hal ini bisa membuat iritasi.

Membersihkan Gigi
Banyak pemilik kucing tidak menyikat gigi binatang kesayangan mereka saat melakukan grooming. Jika gigi kucing tidak pernah disikat maka bakteri akan berkembang sehingga membuat gigi cepat caries. Sikatlah gigi kucing setiap minggu. Gunakan sikat gigi kucing atau sikat gigi anak-anak. Gosok dengan gerakan memutar secara lembut dari bawah keatas mendekati gusi kucing.

Sumber : http://teras.web.id